Oleh-oleh khas jogja geplak

Oleh-oleh Khas Jogja

Diposting pada

Oleh-oleh khas Jogja | Berlibur di kota Yogyakarta memang sangat menyenangkan. Berkunjung ke berbagai tempat wisata menarik di Jogja hingga memanjakan lidah dan perut dengan wisata kuliner khasnya. Saat liburan akan berakhir, tentu Anda tidak ingin kenangan tentang Jogja hilang begitu saja. Salah satu kegiatan yang dapat Anda lakukan agar selalu teringat Yogyakarta yaitu dengan memiliki oleh-oleh khas Kota Pelajar ini.

Aneka Oleh-oleh Khas Jogja

Berikut ini ada beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta yang dapat mengingatkan anda kembali tentang Yogyakarta ketika sudah sampai di rumah nantinya. Apa saja itu, mari kita simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Yangko

Yangko merupakan kue moci khas Yogyakarta. Kue ini dibuat dari tepung beras ketan, mempunyai tekstur kenyal, isinya kacang cincang dan memiliki rasa yang manis legit seperti kue moci. Yangko mempunyai tampilan yang sangat menarik, berbentuk kotak dan warna-warni cerah beserta taburan tepung. Satu kotak yangko biasanya isinya 30 buah dengan varian rasa yang berbeda.

Salah satu tempat pembuatan yangko paling terkenal di kota Yogyakarta yaitu Yangko Pak Prapto. Yangko Pak Prapto juga dikenal sebagai yangko generasi pertama berdiri dari tahun 1921. Anda dapat berkunjung ke Yangko Pak Prapto di Jl. Pramuka No. 82, Yogyakarta. Selain ditempat ini, Anda juga dapat menjumpai yangko dengan mudah di semua penjuru kota Jogja.

Salak Pondoh

Adanya Gunung Merapi di kota ini sepertinya memberikan berkah tersendiri untuk masyarakat sekitar. Tanah di berbagai wilayah seperti  Sleman, Magelang, dan Muntilan sangat subur sehingga cocok untuk ditanami salak pondoh. Salak pondoh mempunyai ciri khas dagingnya yang kering putih serta memiliki rasa yang manis.

Yang menarik, ada satu kawasan agrowisata salak pondoh yang berada di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman. Lokasinya memiliki luas sekitar  27 hektar, didalamnya terdapat kebun salak dilengkapi oleh taman permainan anak, kolam renang, serta  kolam pemancingan. Di tempat ini anda dapat membeli salak pondoh sebanyak-banyaknya, dan selain dikawasan ini salak pondoh juga sangat mudah di jumpai diberbagai kios buah di sepanjang jalanan kota.

Oleh-oleh khas Jogja Geplak

Salah satu yang terkenal di kota Jogja adalah wisata kuliner yang bercita rasa manis, termasuk camilan. Salah satu yang harus Anda coba sekaligus dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas jogja yaitu geplak. Geplak dibuat dari daging kelapa yang diiris tipis dan dicampur gula lalu dimasak.

Oleh-oleh khas jogja geplakSekarang ini, geplak sudah mengalami perubahan modern dengan menyuguhkan bermacam varian rasa dan warna cerah menarik. Geplak memiliki rasa yang sangat manis, bahkan bila Anda minum teh manis sehabis mengkonsumsi geplak, maka teh yang Anda minum rasanya akan menjadi tawar.

Gudeg Kering

Anda suka dengan gudeg tapi takut basi saat dibawa pulang untuk oleh-oleh? Tenang, Anda bisa membeli gudeg kering. Gudeg memiliki dua jenis, gudeg basah dan gudeg kering. Untuk dibawa pulang kerumah, pastinya gudeg kering sangat cocok. Gudeg kering tidak jauh berbeda dengan gudeg basah, hanya saja proses masaknya nanti memerlukan waktu yang cukup lama dan rasanya agak lebih manis dibandingkan dengan gudeg basah. Gudeg kering ini dapat bertahan hingga 3 hari, simpanlah ditempat yang sejuk seperti lemari es. Salah satu penjual gudeg jenis ini yaitu Gudeg Yu Djum yang berada di Jl. Kaliurang 5, Yogyakarta. Di tempat ini, Anda dapat menikmati gudeg di tempat atau dibungkus. Gudeg yang dibawa pulang akan dibungkus menggunakan kendil atau besek, sesuai permintaan Anda.

Coklat Monggo

Tak harus pergi ke Belgia untuk bisa menikmati  coklat. Di Yogyakarta, Anda dapat menikmati coklat Yogyakarta yang bercita rasa Belgia, bernama Coklat Monggo. Coklat Monggo dibuat dari biji coklat pilihan yang ada di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pemilik Coklat Monggo ini adalah pria berkebangsaan Belgia, sehingga dia mengetahui secara detail bagaimana cara mengolah coklat agar menghasilkan rasa yang nikmat khas coklat Belgia.

Walaupun pemiliknya orang Belgia, Coklat Monggo tetap mengusung unsur budaya Jawa. Seperti dari namanya, ‘monggo’, yang yang berarti ‘silakan’, dalam bahasa jawa. Selain itu kemasan coklat juga menampilkan gambar wayang. Kemasan atau bungkusnya pun terbuat dari kertas daur ulang yang aman bersertifikat. Anda dapat berkunjung ke Jl. Dalem KG III/978, Kotagede, Yogyakarta. Di tempat ini, selain membeli coklat Anda juga dapat menyaksikan langsung proses pengolahan coklat dari dapur kacanya.

Oleh-oleh Jogja Bakpia

Siapa yang tidak mengenal bakpia? Camilan ini sangat identik dan melekat dengan Yogyakarta. Bakpia adalah jenis kue yang dibuat dari adonan tepung terigu yang di isi kacang hijau dan dimasak dengan cara dipanggang. Bakpia juga erat kaitannya dengan budaya Tionghoa. Zaman dahulu, bakpia isinya adalah daging babi, akan tetapi karena pengaruh Islam di pulau Jawa, isi bakpia lalu diganti dengan kacang hijau yang sudah dicincang dan dicampuri pemanis dari gula.

Sekarang bakpia telah mengalami banyak perubahan dari segi varian. Bermacam varian rasa pun mulai dibuat untuk menarik perhatian pembeli. Anda dapat membeli bakpia dengan rasa  coklat, durian, keju, kumbu hitam dan bermacam varian rasa lainnya. Bakpia sangat mudah ditemui di kawasan Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo dan beberapa toko oleh-oleh yang ada di Yogyakarta.

Batik Khas Jogja

Batik merupakan salah satu daftar oleh-oleh khas Jogja yang harus dibeli oleh para pelancong yang datang ke kota ini. Batik disini tidak hanya berupa pakaian atau kain saja. Kreatifnya warga Yogyakarta dalam membuat batik bisa diaplikasikan dalam bermacam bentuk, seperti sandal, tas, dan syal. Lokasi yang dapat Anda singgahi untuk berburu batik tentu saja adalah Jl. Malioboro dan Pasar Beringharjo. Selain dua lokasi yang terkenal itu, Anda juga dapat mengunjungi Ds. Karebet yaitu desa pengrajin batik. Di tempat ini anda dapat menyaksikan batik tidak hanya berupa pakaian dan tas saja, tetapi nampak sangat menarik setelah diaplikasikan pada kayu seperti topeng, gelang dan  lain sebagainya.

Kaos Dagadu Yogyakarta

Kaos Dagadu merupakan kata-kata plesetan lucu khas Jogja yang bisa membuat siapapun tertawa membacanya. Kata dagadu berasal dari bahasa gaul Jogja, yang artinya ‘matamu’. Hal ini nampak jelas terlihat di logo kaos yang bentuknya adalah sebuah mata. Untuk lokasi pembelian, Anda dapat memperoleh kaos ini di Mall Malioboro, Ambarukmo Plaza dan di kawasan Pakuningratan yang merupakan tempat produksinya. Sekarang ini ada banyak sekali kaos abal-abal yang mengutip nama Dagadu. Supaya tidak tertipu, ada baiknya Anda membelinya di tiga lokasi tersebut.

Kerajinan Perak

Kerajinan perak adalah salah satu jenis oleh-oleh khas Jogja lainnya yang harus Anda dapatkan. Untuk memperoleh kerajinan perak ini, anda bisa berkunjung ke Kotagede, atau sekitar 5 km dari pusat kota Jogja yang populer sebagai sentra pengrajin perak sejak zaman dahulu. Di Kotagede, Anda dapat melihat show room kerajinan perak atau langsung mendatangi rumah-rumah pengrajinnya. Hasil dari kerajinan perak di sini sangat banyak macamnya, mulai dari perhiasan hingga hiasan dinding/meja. Masalah kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi. Kerajinan perak di tempat ini sudah banyak di ekspor ke luar negeri dari zaman Belanda.

Gerabah Kasongan

Gerabah Kasongan merupakan oleh-oleh khas Jogja lainnya yang sayang bila dilewatkan begitu saja. Untuk berburu kerajinan dari tanah liat ini anda bisa bekunjung ke Desa Kasongan. Gerabah khas Desa Kasongan ini sudah dipercaya mempunyai kualitas yang sangat baik. Gerabah bisa Anda lihat dalam berbagai bentuk mulai dari lampu hias, guci, vas bunga, hingga asbak. Di tempat ini, Anda juga dapat menyaksikan secara langsung proses produksi gerabah mulai dari membentuk tanah liat hingga pembakaran, dan pewarnaan.

Demikianlah artikel singkat mengenai daftar oleh-oleh khas Jogja yang bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin berbelanja cendera mata untuk oleh-oleh di kampung halaman. Semoga artikel ini ada manfaatnya. Selamat berbelanja.