Mari Wisata Museum Batak Untuk Melestarikan Budaya Batak

0 11

Wisata Museum Batak – Berbicara mengenai Pulau Samosir memang tidak ada habis-habisnya. Banyak sekali destinasi wisata yang dihadirkan karena berbagai macam faktor yang ada di pulau yang ada di wilayah Danau Toba ini. Tidak cukup sehari saja jika kita pengunjungi berbagai destinasi wisata yang di Pulau Samosir. Pilihan yang sulit selalu muncul di benak wisatawan yang sedang berkunjung ke pulau Samosir. Kenapa dikatakan sulit? Disini saya katakana sulit karena di Pulau Samosir ini terdapat banyak sekali wisata baik berupa wisata alam maupun wisata yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai macam kebutuhannya sendiri ataupun untuk keperluan wisatawan.

Pulau Samosir menyimpan berbagai macam hal yang patut dibanggakan bagi penduduk Indonesia, dimulai dari pemandangan alamnya yang sangat indah serta banyaknya budaya yang dimiliki oleh masyarakatnya. Masyarakat batak mempunyai sejarah peradaban yang cukup tinggi, oleh karena itulah batak mempunyai berbagai macam budaya dan peninggalan sejarah yang beragam dimulai dari zaman purba sampai zaman kerajaan-kerajaan. Sejarah panjang masyarakat batak menghasilkan banyak peninggalan sejarah, akan tetapi tidak semua peninggalan tersebut masih ada hingga sekarang karena banyak yang dicuri untuk kemudian dijual karena bernilai sangat tinggi.

Lestarikan Budaya Melalui Wisata Museum Batak

Setelah membahas destinasi wisata alam yang ada di Pulau Samosir, kini saatnya untuk membahas sebuah tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Museum Batak. Merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Pulau Samosir. Sesuai dengan namanya wisata Museum Batak merupakan museum yang menyimpan peninggalan sejarah masyarakat batak serta berbagai budaya yang ada pada masyarakat yang Sumatera Utara ini.

Wisata budaya ke museum batakLokasi Museum Batak

Museum batak berada di satu komplek dengan wisata lain yang ada di Pulau Samosir, karena itulah wisatawan yang berkunjung wisata di samosir tidak pernah melewatkan wisata ini. Lokasi museum batak lebih tepatnya ada di T. B. Silalahi Center yaitu di Jl. Pagar batu No. 88, Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Samosir dan pastinya ada di wilayah provinsi Sumatera Utara. Museum yang ada di pulau Samosir ini didirikan oleh T.B Silalahi dengan peresmiannya dilakukanoleh Presiden RI ke 6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Januari 2011. Walaupun peresmian dilakukan pada tahun 2011 sebenarnya museum batak ini sudah didirikan sejak 7 Agustus 2006.

Tujuan awal berdirinya museum ini adalah untuk melestarikan peninggalan sejarah masyarakat Toba. Agar generasi muda batak memahami sejarah budaya mereka serta bagi masyarakat luar daerah batak dapat mengerti apa saja budaya yang ada di wilayah ini.

Ingin melakukan perjalan ke pulau dewata Bali, jangan lupa ya untuk melihat informasi tentang sewa mobil Murah di Bali yang akan membuat liburan kamu semakin hemat.

Seni Bangunan Museum Batak

Membahas mengenai seni bangunan Batak tidak lepas dari arsitektur khas yang ada dimiliki suku yang dominan di Sumatera Utara ini yaitu rumah bolon. Rumah tradisional khas batak ini mempunya hiasan ornament yang unik dan khas dengan ukiran yang didominasi dengan warna merah, putih dan hitam yang melambangkan symbol spiritual masyarakat batak. Tidak sampai situ saja, pada dinding bangunan museum batak terdapat ukiran cicak yang mempunyai arti sebagai pelindung dan pesan bahwa orang batak harus mampu menyesuaikan dimanapun mereka berada dalam artian mudah untuk bergaul dengan lingkungan baru. Ukiran lain yang menghiasi dinding museum batak adalah ukiran empat payudara yang merupakan symbol ibu (tanah kelahiran) sehingga dimanapun orang batak pergi untuk merantau harus selalu ingat dengan tanah kelahiran mereka.

Sentuhan-sentuhan modern tidak lupa ditambahkan pada arsitektur bangunan museum ini, terdapat beberapa ruangan seperti ruang pamer temporer, ruang pamer benda khusus, ruang audio visual, edukasi, ruang pelayanan serta ulilitas. Tidak perlu khawatir lapar jika mengunjungi museum ini karena di bagian puncak banguna terdapat café kecil yang menjual makanan ringan.

Beragam Koleksi Budaya di Museum Batak

Sesuai namanya, jika mengunjungi museum batak wisatawan dapat melihat berbagai macam peninggalan leluhur orang batak. Berkunjung ke museum ini dapat mengenal suku batakl lebih banyak. Bagi masyarakat luar batak mungkin menganggap bahwa suku batak hanya terdiri dari satu jenis saja, akan tetapi jika melihat dan mempelajari lebih dalam lagi suku batak sebenarnya memiliki beragam etnis. Terdapat 6 etnis pada suku batak yaitu karo, toba, simalungun, fakfak, angkola dan mandaling tentunya mempunyai ciri khas sendiri dari masing-masing suku.

Di museum batak ini, kita dapat melihat berbagai macam ciri khas dari masing-masing etnis batak dimulai dari rumah adat, pakaian adat, silsilah marga, pakaian pengantin, alat rumah tangga serta peninggalan sejarah dari alat berburu dan meramu sehinga dapat menambah pengetahuan wisatawan. Selain itu wisatawan juga dapat mengetahui penyeberan etnis batak di Sumatera Utara.

Tidak hanya itu saja, wisatawan juga dapat melihat replica kampung tradisional asli suku batak yang biasa disebut dengan huta batak dimana kampung ini mempunyai ciri khas rumahnya yang saling berhadapan. Patung boneka Sigale-gale juga dapat ditemukan di museum ini. Sebagai icon dari museu ini juga terdapat patung Raja Batak yang berdiri di depan bangunan museum menyambut para pengunjung. Patung ini dilengkapi dengan atribut dan aksesoris khas batak yaitu tongkat di tangan kanan, piso raja dompak terselip di pinggang serta kain ulos yang merupakan kain khas batak tersampir di pundak patung.

Selain menghadirkan berbagai macam koleksi peninggalan sejarah, di area museum batak balige ini pengunjung dapat melihat suasana kehidupan suku batak dimasa lalu yang merupakan dominan bekerja di sektor agraris yang dilengkapi dengan diorama petani duduk di atas kerbau yang membajak sawah. Semuanya terlihat begitu asri khas suku batak jaman dahulu. Untuk wisatawan yang ingin belajar sejarah danau toba dapat melihat artefak dan beberapa naskah kuno yang tentunya dalam Bahasa batak tersimpan di museum ini.

Akses Menuju Museum Batak

Museum batak terletak dekat dengan makam pahlawan Raja Sisingamangaraja yang dapat ditempuh dengan 6-7 jam perjalanan dari ibukota Sumatera Utara yaitu Medan lalu 1,5 jam dari Parapat. Selain itu wisatawan juga dapat menggunakan penerbangan ke Bandara Silangit kemudian menyusuri jalan menuju kompleks TB Silalahi Center yang ada di Desa Soposurung Balige. Jika anda ingin mampir sekalian mengunjungi makam raja Sisingamangaraja, anda perlu berjalan kaki sekitar 100 meter jika menggunakan  yang akan ditemani dengan pemandangan alam berupa deretan rumah tradisional dan ladang jagung penduduk samosir.

Pengunjung dikenakan biaya sekitar 10.000,- per orang jika ingin memasuki museum ini. Untuk anak-anak harga tiket dibawah lebih murah dari harga tiket dewasa yaitu 5.000,- .

Kuliner Batak Bikin Laper

Bagian atas museum terdapat cafeteria dan sky restoran yang menyajikan kuliner tradisional khas batak, namun wisatawan juga dapat menikmati makanan modern yang akan dilengkapi dengan pemandangan berupa hamparan panorama Danau Toba.

Dengan adanya museum ini, pemerintah berharap dapat menjaga, melestarikan serta dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kebudayaan Batak. Tidak ada salahnya jika berkunjung di museum ini kita akan mendapat pengetahuan lebih luas mengenai keanekaragaman salah satu suku di Indonesia ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.